Selasa, 02 Februari 2016

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Komunikasi dalam organisasi merupakan pengiriman serta penerimaan berbagai pesan organisasi  baik  di kelompok  organisasi  formal  maupun  informal. Komunikasi  formal merupakan  jalur  komunikasi  resmi  dengan  rantai  komando  atau  hungungan tugas dan tanggung  jawab yang  jabatannya  dalam  organisasi,  sedangkan  jalur  komunikasi  informal merupakan jalur komunikasi tidak resmi dilingkungan maupun di luar orgnaisasi, tetapi masih berkitan  dengan  fungsi  tidak  langsung  para  pimpinan  organisasi. Organisasi  merupakan perpaduan  dari  berbagai  komponen  yang  saling  berkaitan  serta  mempunyai  serta  mempunyai tujuan yang sama. Komunikasi organisasi adalah proses penciptaan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling tergantung satu sama  lain untuk mengatasi lingkungan  yang  tidak  pasti  atau  yang  selalu berubah-ubah. Tujuan  komunikasi  dalam organisasi antara lain untuk membentuk saling pengertian antara anggota organisasi. Dalam kenyataan masalah komunikasi senantiasa muncul dalam proses pengorganisasian.                     
 Komunikasi mempunyai andil membangun iklim organisasi, yang berdampak kepada   membangun iklim   organisasi,   yaitu   berdampak   kepada membangun budaya  organisasi  yaitu  nilai  dan  kepercayaan  yang  manjadi  titik  pusat  organisasi. Budaya organisasi  merupakan  bagian  yang  tidak  terpisahkan  dari  lingkungan  internal  organisasi karena  keragaman  budaya  yang  ada  dalam  suatu  organisasi  sama  banyaknya  dengan  jumlah. individu  yang  ada  dalam  organisasi.  Umumnya  budaya  organanisasi  sangat  dipengaruhi  oleh lingkungan  eksternal organisasi.  Suatu  organisasi  memerlukan  satu  budaya  yang  merupakan kumpulan  persepsi  secara  umum  daari  seluruh  karyawan sebagai  anggota  organisasi,  yang akan  dijadikan  sebagai  suatu  system  yang  menggabungkan  beberapa  pengertian  yang  secara eksplisit dianggap sebagai definisi budaya organisasi.
Dalam organisasi terdapat visi, misi, budaya dan iklim organisasi yang sangat menentukan   dalam perilaku organisasi tersebut. Meskipun semua organisasi memiliki karakteristik yang  khas.  Semua  organisasi memiliki satu tujuan, satu struktur, proses untuk mengkoordinasi kegiatan dan orang-orang    yang  melaksanakan  peran-peran  yang  berbeda. Pengertian organisasi tersebut mengandung konsep-konsep sebagai berikut:
1.Proses, suatu organisasi adalah suatu system terbuka yang dinamis yang menciptakan dan saling  menukar informasi diantara anggotanya.Karena gejala menciptakan dan menukar  informasi  ini  berjalan  terus menerus dan tidak ada hentinya, maka dikatakan sebagai suatu proses.
2.Pesan, yang dimaksud pesan adalah susunan symbol yang penuh arti tentang orang, obyek, kejadian  yang dihasilkan oleh interaksi dengan orang lain.Dalam komunikasi organisasi kita  mempelajari ciptaan  dan pertukaran pesan dalam seluruh organisasi. Pesan dalam organisasi dapat  dilihat  menurut  beberapa  klasifikasi yang berhubungan dengan bahasa, penerima yang dimaksud, metodifusi dan arus tujuan dari  pesan. Pengklasifikasian pesan menuntut bahasa dapat dibedakan menjadi pesan verbal dan nonverbal.  Pesan verbal dalam organisasi misalnya surat,memo,pidato dan percakapan. Sedangkan pesan non verbal dalam organisasi terutama sekali yang tidak diucapkan atau ditulis seperti bahasa gerak tubuh, sentuhan, nada suara, ekspresi wajah, dll.
3.Jaringan,organisasi terdiri dari suatu seri orang-orang yang tiap tiapnya  menduduki posisi dan peranan tertentu dalam organisasi. Ciptaan dan pertukaran pesan dari orang-orang ini sesamanya  terjadi  melewati  suatu set jalan  kecil  yang  dinamakan  jaringan komunikasi.  Suatu  jaringan  komunikasi  ini  mungkin  mencakup  hanyadua  orang, beberapa   orang   atau   keseluruhan   organisasi.   Hakikat   dan   luas   dari   jaringan   ini dipengaruhi  oleh  banyak  factor  antara  lain  hubungan  peranan,  arah  dan  arus  pesan,hakikat seri dan arus pesan dan isi dari pesan.
4. Keadaan   saling   tergantung,   Konsep   kunci   komunikasi   organisasi   keempat   adalah keadaan saling tergantung satu bagian dengan bagian lainnya. Hal ini telah menjadi sifat dari  suatu  organisasi yang  merupakan  suatu  system  terbuka.  Bila  suatu bagian  dari organisasi  mengalami  gangguan  maka  akan  berpengaruh  kepada  bagian  lainnya  dan mungkin  juga  kepada  seluruh  system  organisasi.  Implikasinya  bila  pimpinan  membuatsuatu   keputusan   dia   harus   memperhitungkan   implikasi   keputusan   itu   terhadap organisa sinya secara menyeluruh.
5.Hubungan, konsep  kunci   yang  kelima  dari  komunikasi  adalah  hubungan.  Karena organisasi  merupakan  suatu  system  terbuka,  system  kehidupan  social  maka  untuk berfungsinya bagian-bagian itu terletak pada manusia yang ada pada organisasi. Dengan kata  lain  jaringan  melalui  mana  jalannya  pesan  dalam  suatu  organisasi  dihubungkan oleh manusia. Oleh karena itu hubungan manusia dalam organisasi  yang  memfokuskan kepada  tingkah  laku  komunikasi  dari  orang  yang terlibat  terlibat  suatu  hubungan  perlu dipelajari. Sikap, skill, moral dari seseorang, mempengaruhi dan dipengaruhi  oleh hubungan yang bersifat organisasi. Hubungan manusia dalam organisasi berkisar mulai dari  yang  sederhana  yaitu  hubungan  diantara  dua  orang  sampai  kepada  hubungan  yang kompleks.  Jadi  dalam  organisasi terjadi hubungan yang sifatnya individual, kelompok, dan hubungan organisasi.
6.Lingkungan, yang dimaksud lingkungan adalah semua totalitas secara fisik dan factor sosial yang diperhitungkan dalam pembuatan keputusan mengenai individu dalam suatu sistem.  Yang  termasuk  lingkungan  internal  adalah  personal anggota tujuan,  produk, dll. sedangkan    lingkungan    eksternal    adalah langgana, saingan,teknologi,dll. Komunikasi organisasi  terutama   berkenaan   dengan   transaksi yang terjadi dalam lingkungan internal organisasi yang terdiri  dari  organsasi  dan  kulturnya,  dan  antar organisasi  dengan  lingkungan  eksternalnya.  Yang  dimaksud  dengan  kultur  organisasi adalah  pola  kepercayaan  dan  harapan  dari  anggota  yang  menghasilkan  norma–norma yang  membentuk  tingkah  laku  individu  dan  kelompok  dalam  organisasi.  Organisasi sebagai  suatu  sistem  terbuka  harus  berinteraksi  dengan  lingkungan  eksternal,  seperti; teknologi,  ekonomi,  undang–undang,  dan  factor  sosial.  Karena  factor  lingkungan berubah–ubah, maka organisasi memerlukan informasibaru. Informasi ini harus dapatmengatasi perubahan dalam lingkungan dengan menciptakan dan pertukaran pesan baiksecara  internal  dalam  unit–unit  yang  relevan  maupun  terhadap  kepentingan  umumsecara eksternal.
7.Ketidakpastian, adalah perbedaan informas yang tersedia dengan informasi yang diharapkan. Untuk  mengurangi factor ketidakpastian ini organisasi menciptakan dan menukar pesan diantara anggota, melakukan suatu penelitian pengembangan organisasi,dan  menghadapi  tugas–tugas  yang  kompleks  dengan  integrasi  tinggi.  Ketidak  pastian dalam suatu organisasi juga disebabkan oleh terjadinya banyak informasi yang diterima daripada   sesungguhnya   diperlukan   untuk   menghadapi   lingkungan   mereka.Jadi ketidakpastian dapat disebabkan oleh terlalu sedikit informasi yang didapatkan dan jugakarena terlalu banyak yang diterima.

3. HAMBATAN KOMUNIKASI
Hambatan Teknis
Keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi. Dari sisi teknologi, semakin berkurang dengan adanya temuan baru dibidang kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, sehingga saluran komunikasi dapat diandalkan dan efesien sebagai media komunikasi. Menurut Cruden dan Sherman dalam bukunya Personel Management, 1976,jenis hambatan teknis dari komunikasi :
1.      Tidak adanya rencana atau prosedur kerja yang jelas
2.      Kurangnya informasi atau penjelasan
3.      Kurangnya ketrampilan membaca
4.      Pemilihan media [saluran] yang kurang tepat.
 Hambatan Semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara secara efektif. Definisi semantik sebagai studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balik arti dan pengertian [komunikator dan komunikan], tetapi seringkali proses penafsirannya keliru. TIDAK ADANYA hubungan antara Simbol [kata] dan apa yang disimbolkan[arti atau penafsiran], dapat mengakibatkan kata yang dipakai ditafsirkansangat berbeda dari apa yang dimaksudkan sebenarnya.Untuk menghindari mis komunikasi semacam ini, seorang komunikator HARUS memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristik komunikannya, dan melihat kemungkinan penafsiran terhadap kata-kata yang dipakainya.
 Hambatan Manusiawi
Terjadi karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi, persepsi,kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat pancaindera seseorang, dll.Menurut Cruden dan Sherman Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia Perbedaan persepsi, perbedaan umur, perbedaan keadaan emosi, ketrampilan mendengarkan,perbedaan status, pencairan informasi, penyaringan informasi Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi. Suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku staf dan efektifitas komunikasi








DAFTAR PUSTAKA
Adam I. Indrawijaya, 1999. Perilaku Organisasi. Sinar Baru. Bandung
Pace R. Wayne and Faules, Don F, Komunikasi Organisasi, ROSDA, Bandung 2000
Jiwanto, Gunawan., Komunikasi dalam Organisasi, Pusat Pengembangan Manajemen & Andi Offset, Yogyakrta 1985

Senin, 25 Januari 2016

PT WATI JAYA



PT WATI JAYA adalah industri dodol yang ternama di Indonesia bahkan sekarang sudah terkenal di dunia, dodol ini banyak disukai setiap orang dari anak kecil remaja dewasa hingga orang tua semua suka dodol yang dibuat dari PT wati jaya. Dodol yang khas dari Jawa Tengah ini memiliki cita rasa yang khas kenyal, manis dan lembut produk tersebut banyak digemari masyarakat luas potensi ini yang mendorong Eka Rahmawati merintis usaha pembuatan dodol pada tahun 1990 . Pada waktu itu perusahaan masih berskala rumahan dengan jumlah tenaga kerja 6 orang dan daerah pemasarannya hanya disekitar kota Brebes dan merek yang dikeluarkan “dodol weeennnaaak tenannn”. Dodol ini bahkan masuk TV nasional sehingga semakin terkenal dan maju. Pada tahun 1995 pabrik ini memperluaskan lahan nya sehingga semakin besar dan banyak tenaga kerja yang bekerja di pabrik dodol ini. Perusahaan terus melakukan perbaikan, pengembangan produk dan kemasan yang lebih baik dengan semenarik mungkin diciptakan agar para konsumen tertarik untuk memakan dodol ini sehingga tidak bosan dan monoton serta perluasan pemasaran yang tadinya hanya di kota Brebes sekarang sudah di pasarkan di kota-kota besar dipulau Jawa. Dodol ini terkenal akan kelezatannya, cocok dilidah banyak orang  dengan dodol yang lembut,gurih dan dengan tingkat kemanisan yang pas.              
Perusahaan melakukan berbagai upaya pengembangan dalam berbagai bidang di perusahaan salah satunya adalah dengan munculnya berbagai macam rasa dodol yang bervarian dan lebih menarik dengan kemasan yang berwarna warni sehingga membuat konsumen lebih tertarik terutama anak-anak, rasa dodol yang semakin banyak seperti dodol segala rasa buah, dodol brownis,dodol rujak, dodol galau, dodol kekinian, dodol jomblo, dodol mendua, dan masih banyak lagi rasa yang menjadi favorit semua kalangan termasuk remaja. Proses pembuatan dodol ini masih menggunakan bahan bakar kayu yang membuat dodol semakin mempunyai rasa yang khas, beras ketan, gula aren yang asli dan kelapa sehingga membuat dodol yang gurih dan enak. Pada tahun 2000 mengeluarkan merek baru “Dodol Wati Jaya” dodol wati jaya adalah makanan khas jawa tengah telah terkanal kelezatannya sehingga sangat cocok untuk dinikmati, mempunyai cita rasa yang khas dan cocok sebagai oleh-oleh kekhasannya, kelezatan dan kualitasnya sangat disukai oleh konsumen domestic maupun mancanegara sehingga produk ini mempunyai nilai jual tinggi.           
Produk dodol wati jaya merupakan makanan tradisional yang terus dikembangkan dari waktu ke waktu melalui pengolahan higienis, pengawasan yang ketat dan terbuat dari bahan-bahan alami pilihan (tanpa bahan pengawet) sehingga tidak diragukan lagi mutunya,dijamin keasliannya,lezat dan bergizi. Pada tahun 2005 terjadinya kemajuan pesat pada perusahaan sehingga mendorong untuk mendirikan pabrik di setiap kota besar dengan pabrik yang relative lebih besar supaya dapat meningkatkan produksinya. Tujuan dengan membuat pabrik besar dan membuat pabrik diberbagai kota besar akan mempermudah dan meningkatkan produksi dodol sehingga meningkatkan kemajuan perusahaan. Pada tahun 2011 sampai sekarang  dodol wati jaya selalu mendapatkan banyak prestasi dan penghargaan di dalam negeri maupun luar negeri. Dengan berbagai prestasi yang diraih serta manajemen yang professional maka PT Wati Jaya akan terus maju, berkembang dan berkelanjutan.Dan dengan PT Wati Jaya yang telah merambah kepasar global nantinya akan dapat membantu meningkatkan perekonomian bagi bangsa Indonesia dengan ekspor yang dilakukan. Dan membantu memberikan lapangan kerja terhadap para masyarakat yang belum mempunyai pekerjaan hal ini membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi bagi Indonesia.
Visi PT Wati Jaya :
Mewujudkan perusahaan yang berkembang, maju dan terkemuka di dunia sehingga dodol selalu nomer satu dengan cita rasa yang berkualitas dan dengan pemasaran dan kepuasan konsumen akan menjadikan perusahaan yang terbaik di Dunia.
Misi PT Wati Jaya :
1.     Memuaskan konsumen dengan menyediakan produk dan varian rasa yang berkualitas dan halal
2.     Tidak melanggar hal-hal yang dilarang agama
3.     Menjaga keharmonisan dan keutuhan di lingkungan perusahaan
4.     Menghasilkan produk unggulan dengan cita rasa tinggi dan higienis




Senin, 21 Desember 2015

PT. AMERTA INDAH OTSUKA



PT. Amerta Indah Otsuka merupakan anak perusahaan Otsuka Pharmaceutical  yang  bergerak dibidang farmasi yang sudah terkenal di Jepang. PT Amerta Indah Otsuka bergerak dibidang bisnis minuman isotonik. PT Amerta Indah Otsuka merupakan perusahaan yang memasarkan produk minuman Pocary Sweat di Indonesia. Belakangan ini selain memproduksi minuman isotonik dengan merek Pocary Sweat di indonesia, PT.Amerta Indah Otsuka juga memproduksi makanan ringan berbentuk bar yang terbuat dari tepung kedelai dan buah buahan yang asli yang ber merk Soyjoy.          POCARI SWEAT adalah minuman isotonik sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang setiap harinya. Komposisi POCARI SWEAT mirip dengan cairan tubuh dengan kandungan elektrolit yang seimbang, sehingga dapat diserap lebih cepat dan lebih baik dibandingkan air minum biasa,sehingga dapat mencegah terjadinya dehidrasi berat. Selain itu, dengan kelebihan tersebut, POCARI SWEAT dapat mengembalikan cairan tubuh secara menyeluruh sehingga membuat tubuh terasa lebih segar dan sehat. SOYJOY adalah makanan berbentuk bar yang terbuat sepenuhnya dari tepung kedelai dan buah-buahan asli.SOYJOY adalah sebuah konsep baru dan pertama di Indonesia yang menawarkan suatu produk dengan manfaat kedelai dan buah sekaligus menjadi makanan yang sehat dan praktis.
Sejarah Pocary Sweat Masuk Ke Indonesia
Pocary Sweat merupakan minuman kesehatan yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Otsuka Filiphina Pharmaceutical Incorporated. Pocary Sweat pertama kali di perkenalkan oleh Jepang pada tahun 1980 dan sejak itu menjadi minuman favorit konsumen Jepang. Minuman kesehatan ini merupakan minuman isotonik yang dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang melalui keluarnya keringat. Sampai saat ini Pocary Sweat mulai masuk pasar Indonesia pada tahun 1989 dan dikembangkan oleh PT. Amerta Indah Otsuka (AIO). Pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1989 hanya 30.000 kaleng setahun dan harus didatangkan dari pabrik minuman Pocary Sweat di Korea Selatan. Pada tahun 1991, Otsuka Pharmaceutical mendirikan PT Amerta Indah Otsuka dengan membuka pabriknya di Lawang (Malang JawaTimur) yang memproduksi minuman Pocary Sweat yang dipimpin oleh direktur Yoshihiro Bando. Pada awal masuknya ke Indonesia, Pocary Sweat mengalami masa sulit, kerugian selama lebih dari 10 tahun hingga pada tahun 2002, perusahaan dapat memperoleh keuntungan, hal ini disebabkan oleh pada saat awal penetrasi di Indonesia, persepsi masyarakat masih kabur terhadap produk yang saat itu Pocary Sweat merupakan pelopor dari produk minuman isotonic Indonesia. Selama 13 tahun beroperasi pabrik di Lawang di putuskan dipindahkan ke Sukabumi pada awal 2004.pertimbangannya adalah untuk lebih menekan biaya produksi dan transportasi serta memberikan kemudahan penyediaan bahan baku. Sejak dipindahkan ke Sukabumi, pabrik mampu memproduksi dua kali lipat menjadi 14juta kaleng per bulan. Pada tahun 2007 dibangun pabrik baru dengan fasilitas PET (minuman kemasan botol) untuk memproduksi pocary sweat dalam bentuk botol menelan biaya investasi lebih dari Rp. 100 Milyar, pabrik tersebut memiliki produksi sebesar 250.000 botol perjam. Produk Pocary Sweat terus berkembang hal ini membuat PT Amerta Indah Otsuka berinisiatif mendirikan kantor cabang dan mengembangkan pasarnya dipulau Sumatra tepatnya di Kota Medan. Kantor cabang di Medan didirikan pada tahun 2004 bulan September yang bekantor dijalan Krakatau ujung komplek Krakatau Multi center Medan. PT.
AIO yang berada di Medan ditugaskan untuk memasarkan dan mendistribusikan ke seluruh daerah di pulau Sumatra termasuk Medan sendiri. Budaya Perusahaan fokus pada pelanggan Disiplin,Jujur, dan Integritas Mandiri dan Fokus pada lingkaran pengaruh kerja sama yang sinergi keterbukaan, komunikasi dan koordinasi. Adapun Program Corporate Social Responsibility yang dimiliki oleh PT. Amerta Indah Otsuka   Seiring berkembangnya industri pangan,maka meningkat pula jumlah makanan ringan siap saji, baik dipasar nasional maupun pasar internasional perkembangan industri pangan, tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tetapi juga menimbulkan perubahan budaya pada masyarakat, khususnya dalam hal konsumsi makanan. Mengkonsumsi makanan dan minuman ringan siap saji kemasan sudah menjadi suatu kebiasaan yang tidak terelakkan dalam kehidupan sehar-hari. Konsumsi berlebih pada makanan dan minuman ringan siap saji yang mengandung zat kimia ini telah menimbulkan keprihatinan baru bagi pemerhati kesehatan. Oleh karena berkembangnya teknologi komunikasi yang menghilangkan batas – batas negara – atau lebih dikenal dengan terminologi Global Village (Marshall McLuhan and Bruce R. Powers, dalam Argenti, 2007 : 6), maka isu kelayakan konsumsi makanan dan minuman ringan banyak menarik perhatian dunia. Sebuah isu lokal dapat menjadi sebuah perbincangan dunia dalam hitungan detik. Hal ini memberikan tantangan sendiri bagi perusahaan untuk menjaga citra dan reputasinya di seluruh dunia. Dengan latar belakang tersebut, semakin banyak perusahaan yang menghargai reputasi perusahaan yang positif.
Penilaian apakah suatu perusahaan memiliki reputasi yang baik atau tidak, ada di mata individu yang menilai perusahaan tersebut. Keseluruhan tindakan perusahaan yang dipersepsi oleh publik dalam jangka waktu tertentu membentuk image yang berbeda di publik yang berbeda pula. Kompleksitas ini memerlukan kemampuan untuk mengelola reputasi perusahaan.                              
Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif dan pasar bisnis yang terus berubah, Corporate Social Responsibility bisa menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan dalam meningkatkan reputasi (Karna, Hansen and Juslin, 2003). Secara spesifik, persepsi konsumen terhadap perusahaan yang menjalankan Corporate Social Responsibility memiliki pengaruh terhadap sikap konsumen (Brown and Dacin, 1997; Madrigal, 2000), khususnya ketika dihadapkan terhadap keputusan pemilihan produk dan pembelian (Barone, Miyazaki and Taylor, 2000; Bennett and Gabriel, 2000; Sen and Bhattacharya, 2001). Terdapat bukti nyata yang mengindikasikan bahwa tingkat Corporate Social Responsibility sebuah perusahaan dapat menarik perhatian konsumen. Sebuah survey yang dilakukan oleh Smith and Alcorn (1991) menemukan bahwa 45,6% responden mengatakan kalau mereka akan berpindah merek kepada merek milik perusahaan yang mendukung atau mendonasi kegiatan sosial.The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), lembaga internasional yang berdiri tahun 1995 dan beranggotakan lebih dari 120 multinasional company yang berasal lebih dari 30 negara, dalam publikasinya Making Good Business Sense mendefinisikan Corporate Social Responsibility sebagai “Continuing commitment by business to behave ethically and contribute to economic development, while improving the quality of life of the workforce and their families as well as of the local community and society at large.” Artinya, komitmen dunia usaha (perusahaan) untuk terus menerus bertindak secara etis dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi, bersamaan dengan meningkatkan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus komunitas lokal dan masyarakat secara luas (Wibisono, 2007:7).Corporate Social Responsibility telah mengalami evolusi yang cukup signifikan sejak awal kemunculannya. Dewasa ini, bentuk Corporate Social Responsibility telah berkembang dari yang bersifat filantropi menjadi sebuah konsep yang juga mencakup Community Relations dan Community Development.

Community Relations adalah upaya terus memelihara hubungan baik dengan publik organisasi atau perusahaan. Community Development adalah usaha perusahaan untuk memberdayakan masyarakat. Dengan demikian, perusahaan tidak maju sendiri, tetapi berkembang bersama – sama dengan masyarakat. Corporate Social Responsibility merupakan tanggung jawab moral perusahaan. Kegiatannya dilakukan secara sukarela, meskipun perusahaan tidak diharuskan melakukannya. Selain itu, Corporate Social Responsibility diterapkan kepada masyarakat atau komunitas diluar komunitas tempat perusahaan itu berada secara berkelanjutan. Sustainability (keberlanjutan) kegiatan menggambarkan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tidak bisa dilakuan secara situasional. Inilah esensi kegiatan Corporate Social Responsibility – moral responsibility, discretionary, sustainability, dan beyond community. Kegiatan Corporate Social Responsibility memang menunjukkan kecenderungan yang meningkat secara signifikan, baik di Indonesia maupun di berbagai negara. Pada laporan global Pricewaterhouse Coopers (PwC) tahun 2010, disimpulkan bahwa jumlah perusahaan yang membuat laporan Corporate Social Responsibility –sebagai indikasi perusahaan yang melaksanakan Corporate Social Responsibility- meningkat.
Corporate Social Responsibility
1. Pengertian CSR
Corporate Social Responsibility menurut Wahyudi (2008, h.36) memberikan definisi CSR adalah sebagai komitmen perusahaan untuk melaksanakan kewa-jibannya didasarkan atas keputusan untuk mengambil kebijakan dan tindakan dengan memperhatikan kepentingan stakeholders dan lingkungan dimana perusahaan melakukan aktivitasnya berlandaskan pada ketentuan hukum yang berlaku.
2. Manfaat CSR
Perusahaan yang telah meyakini CSR sebagai suatu kewajiban bagi perusahaan, maka dengan sendirinya perusahaan telah melaksanakan investasi sosial. Sebagai investasi sosial maka perusahaan akan memperoleh keuntungan dalam bentuk manfaat yang akan diperoleh, antara lain yaitu:
a.     Meningkatkan profitabilitas dan kinerja finansial yang lebih kokoh,  misalnya lewat efisiensi lingkungan.
b.     Meningkatkan akuntabilitas, assessment dan komunitas investasi.
c.      Mendorong komitmen karyawan. Karena mereka diperhatikan dan dihargai.
d.     Menurunkan kerentanan gejolak dengan komunitas.
e.      Mempertinggi reputasi dan corporate building.
Kegiatan Corporate Social Responsibility memang menunjukkan kecenderungan yang meningkat secara signifikan, baik di Indonesia maupun di berbagai negara. Pada laporan global PricewaterhouseCoopers (PwC) tahun 2010, disimpulkan bahwa jumlah perusahaan yang membuat laporan Corporate Social Responsibility –sebagai indikasi perusahaan yang melaksanakan Corporate Social Responsibility- meningkat.
Peran manajer SDM disini tidak hanya merekrut karyawan baru dan mengawasi kinerja setiap karyawan yang ada tetapi juga perlu bertanggung jawab dalam mengoptimalkan dan menambah kemampuan karyawannya supaya karyawan dalam PT Amerta Indah Otsuka  tersebut tidak hanya menjadi karyawan yang rendahan tetapi menjadi karyawan yang mempunyai keahlian. Dengan cara melakukan program pelatihan dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Pelatihan ini diberi nama yaitu “Pelatihan Aktualisasi dan Sinergi Karyawan PT Amerta Indah Otsuka ”. Pada dasarnya departemen yang memiliki tanggung jawab besar terhadap maju tidaknya suatu perusahaan terdapat pada departemen SDM, sebab apabila manajer SDM tersebut tidak dapat mengoptimalkan perannya maka perusahaan ini akan menjadi perusahaan yang tidak sehat dan fatalnya perusahaan ini akan kalah saing karena mempunyai masalah terhadap karyawannya. Maka dari itu peran manajer SDM sangat dibutuhkan dalam memajukan  PT Amerta Indah Otsuka. Training ini mempunyai harapan yaitu dimana semua karyawan yang sudah melakukan training ini dapat meningkatkan kemampuan kinerja karyawan, supaya mampu untuk mengoptimalan alat – alat yang ada agar proses dalam bekerja dapat optimal dan timbul kreativitas dari para karyawan. Kemudian meningkatkan pendewasaan emosional terhadap para karyawan, supaya terwujudnya karyawan yang peka akan lingkungan kerjanya dan menurunkan sikap arogansi para karyawan dalam bekerja, lalu memotivasi karyawan agar tingkat semangat karyawan dalam bekerja tetap terjaga. Kemudian membangun kekompakan antar karyawan sebab kekompakan inilah yang menjadi titik sentral supaya tidak timbul kesalahan – kesalahan yang sepele dalam bekerja.Training ini biasa dilakukan oleh manajemen SDM sebanyak dua kali dalam setahun, bulan yang sering dijadikan waktu untuk mentraining para karyawan PT Amerta Indah Otsuka yaitu pada bulan Maret dan di bulan Desember, training ini sudah menjadi agenda rutin tahunan yang diberikan untuk karyawan karena mengingat dari tema training yang diberikan manajer SDM yaitu “Pelatihan Aktualisasi dan Sinergi Karyawan  PT Amerta Indah Otsuka”. sehingga wajib bagi seluruh karyawan untuk mengikuti training tersebut. Training ini dilakukan selama 3 hari yang biasanya dilakukan pada hari jum’at, sabtu serta hari minggu, dan prosesnya dilakukan secara bergantian supaya tidak terjadi kekosongan tenaga kerja dalam melakukan produksi Pocary Sweat dalam PT Amerta Indah Otsuka untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi baik pasar dalam negeri maupun pasar manca negara. Rundown Training  PT Amerta Indah Otsuka yaitu seperti dibawah ini :


JUM’AT
JAM
MATERI
METODE
08:00 – 11:45
Pengenalan dan pengoptimalan alat – alat laboratorium terhadap karyawan secara langsung
Pengenalan alat berupa teori dan praktek langsung
11:45  – 12:30
Sholat dan makan siang
Istirahat
12:30  – 14:50
Pendewasaan diri terhadap emosional karyawan
Kuliah I
15:00 – 16:00
Meningkatkan Semangat karyawan dalam bekerja
Kuliah II

SABTU
JAM
MATERI
METODE
08:00 – 11:50
Membangun sinergi antar karyawan tahap I
Out Bound I
12:00 – 13:00
Sholat dan Makan siang
Istirahat
13:00 – 15:00
Memberikan motivasi kepada karyawan
Out Bound II


MINGGU
JAM
MATERI
METODE
08:00 – 11:50
Membangun sinergi antara karyawan tahap II
Out Bound I
12:00 – 13:00
Sholat dan makan siang
Istirahat
13:00 -  15:00
Memberikan ruang kreativitas kepada karyawan
Teori dan out bound II